Lir Ilir (Arti & Makna) Shalawat Badar

774 views
Published on 25 Oct 2016
Description

Firman Allah swt "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu " (surah Al-Anfal :25) Sunan Kalijaga (Raden Said) adalah seorang ulama wali songo yang sangat terkenal di kalangan muslim di pulau jawa.. Sunan Kalijaga yang hidup di zaman Kerajaan Islam Demak (sekitar abad 15). Beliau adalah satu-satunya anggota Wali Songo yang asli keturunan Jawa. Pada awal perkembangan Islam di pulau Jawa, Sunan Kalijaga mengunakan kesenian dan kebudayaan ala Jawa menyebarkan siar Islam kepada orang-orang Jawa tempat beliau berdakwah. Sunan Kalijaga mencuba menyebarkan islam secara perlahan dengan mencuba memasukkan nilai-nilai Islam dalam budaya-budaya Jawa untuk menghindari penolakan dari masyarakat Jawa pada zaman itu yang begitu teguh memegang ajaran Hindu-Budha. Beliau juga menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta nyanyian lagu sebagai media berdakwah. Karya besar Sunan Kalijaga yang sangat terkenal adalah "Tembang Ilir-ilir" sebagai bentuk dakwah sebenarnya mengandung falsafah Islam yang sangat kental . Berikut lirik dan maknanya. " Lir-ilir, lir-ilir tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane Yo surako... surak hiyo..." 1. Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure wus sumilir = Mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan berubah kerana saatnya telah tiba. 2. Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Ijo royo-royo ( Hijau ) = Warna Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya. 4. Bocah angon.Penekno blimbing kuwi = Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin harus memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar 5. Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro = Membasuh jiwa dengan taqwa sebagai pakaian muslim, orang Islam harus tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya 7.Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir= Sebagai perumpamaan banyak orang zaman sekarang meninggalkan suruhan agama islam, sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rosak dan robek.memperbaiki dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar 9.Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore= memperbaiki dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar untuk masa depan ( hari kiamat) 10. Mumpung padhang rembulane = Selagi kita masih hidup dan masih mampu untuk melakukannya.Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu 11.Yo surako... surak hiyo = Orang yang bersorak itu menandakan bahagia dengan mendapatkan rahmat Allah Demikianlah pesanan dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu melalui "tembang lir ilir" yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevan. Semoga kita dapat menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.

Show More
Login or Register to post comments.